Entah apa yang mengantarku ke ambang pintu dunia
Sementara hasrat masih saja terbius oleh lentera waktu
Aku tak mau terlontar dari kampung halaman
Di mana tubuhku terbungkus
Oleh serat-serat sutra
Di saat nyawaku masih terkatung-katung
Pada akar yang menjalar dalam hening
Namun itu semua hanyalah naluri
Kenyataannya, aku telah terundang ke alam cobaan ini
Dengan bekal sepotong akal dan hati
Dan mengarungi lautan lepas tak seperti
Yang terlintas dalam benakku
Batu tebing selalu menghadang langkahku
Untuk menjadi sehelai daun yang melantunkan tasybih
Di setiap letupan nafasnya
Saat daun bertasybih, bergetarlah apa yang ada
Di alam arwah
Oh, gusti!
Aku akan bertasybih dengan lembaran daun
Yang engkau anugerahkan
Sebagai zadun untuk mengsinggasanahi firdausMu
Desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa Komentar Anda tentang karya saya?