Kamis, 18 November 2010

Hijrah Sang Pemimpi

Kuselami alam tak ada tepi kendali
Dimana tak kutemukan serat-serat
Batas kejumudan dalam naluri
Meninggalkan keluh kesah
Mencabik-cabik lembaran hatiku dalam

Teramat indah gubuk yang kutinggalkan dulu
Merajuk kata demi kata di bawah pohon mengkudu
Mengaduk rasa bahagia bersama langit memerah

Di dinding gubuk itu
Telah kulukiskan oretan sejarah dedaunan
Adun yang mampu merobek ranting-ranting pepohonan
Mencabut nafas berdenyutan

“tak ada pena yang mampu menodai oretan jejakku”

Nyawa yang kau tiupkan kepadaku
Selalu menghilang dan pudar
Saat datangnya raja kegelapan
Aku berusaha meronta sekuat tenaga
Mataku gelap tak melihat sebenang cahaya

Tak ada daya
Terbawa
Tak ada naluri
Dalam mimpi

Januari 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa Komentar Anda tentang karya saya?