Poin-poin perjanjian belum lama sirna dari daun telingaku
Bergetaran merekam sayup-sayup suara dari kedalaman
Masih adakah bekas terurat yang dapat kubaca?
Sementara peninggalan-peninggalannya diratakan dengan tanah
Non jauh di kedalaman sana
Terdapat pulau seribu, bersit dan gerak hidup berpola-pola
Di sanalah tuhan menanam bibit tingkah dan prilaku
Lalu dicocok tanam oleh hamba-hamba sahayanya
Cahaya tuhan mulai besemilir menerawang di tiap-tiap pintu nafas
Memonitoring segala yang ada dan mungkin ada
Aku dambakan
Kami impikan
Mengulurkan hati sebagai terompa perjalanan
Kini hatiku berselimut batu
Hitam pekat beraroma nanah
Jalanku gelap tak ada cahaya
Dengan sajadah hati
Kumulai segalanya dari putih
Memacu kuda secepat cahaya
Memburu alam yang tak mengenal kehancuran
April 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa Komentar Anda tentang karya saya?